Sejarah Borobudur

sewa mobil solo

Sewa Mobil di Bali

Sejarah [sunting]

Sebuah lukisan oleh G.B. Hooijer (1916-1919) merekonstruksi adegan Borobudur selama masa jayanya
Tidak ada catatan konstruksi yang diketahui atau tujuan Borobudur. [22] Durasi konstruksi diperkirakan dengan perbandingan relief berukir di kaki tersembunyi kuil dan prasasti yang biasa digunakan pada piagam kerajaan selama abad ke-8 dan ke-9. Borobudur kemungkinan didirikan sekitar 800 M. [22] Ini sesuai dengan periode antara 760 dan 830 M, puncak pemerintahan dinasti Sailendra di kerajaan Mataram di Jawa Tengah, ketika berada di bawah pengaruh Kekaisaran Srivijayan. Pembangunannya diperkirakan telah memakan waktu 75 tahun dengan selesai pada masa pemerintahan Samaratungga pada tahun 825.

Ada ketidakpastian tentang penguasa Hindu dan Budha di Jawa sekitar waktu itu. Sailendras dikenal sebagai pengikut Buddhisme yang gigih, meskipun prasasti batu yang ditemukan di Sojomerto juga menyarankan mereka adalah orang-orang Hindu. Pada saat inilah banyak monumen Hindu dan Budha dibangun di dataran dan pegunungan di sekitar Dataran Kedu. Monumen Budha, termasuk Borobudur, dipasang sekitar periode yang sama dengan kompleks candi Hindu Siwa Prambanan. Pada tahun 732 M, Raja Shivaite Sanjaya menugaskan sebuah tempat suci Shivalinga untuk dibangun di atas bukit Wukir, hanya 10 km (6,2 mil) di sebelah timur Borobudur.

Pembangunan kuil Buddha, termasuk Borobudur, pada saat itu dimungkinkan karena penerus langsung Sanjaya, Rakai Panangkaran, memberikan izin kepada para pengikut Budha untuk membangun kuil semacam itu. Sebenarnya, untuk menunjukkan rasa hormatnya, Panangkaran memberi desa Kalasan kepada komunitas Buddhis, seperti ditulis dalam Piagam Kalasan tertanggal 778 M. Hal ini menyebabkan beberapa arkeolog percaya bahwa tidak pernah ada konflik serius mengenai agama di Jawa karena mungkin bagi seorang raja Hindu untuk menggurui pendirian sebuah monumen Buddha; atau bagi seorang raja Buddha untuk bertindak juga. [28] Namun, ada kemungkinan bahwa ada dua dinasti kerajaan saingan di Jawa pada saat itu – Sailendra Buddha dan Saivite Sanjaya – di mana yang terakhir menang atas saingan mereka dalam pertempuran 856 di dataran tinggi Ratubaka. Kebingungan serupa juga terjadi mengenai kuil Lara Jonggrang di kompleks Prambanan, yang diyakini telah didirikan oleh pemenang Rakai Pikatan sebagai jawaban dinasti Sanjaya terhadap Borobudur, namun ada juga yang menyatakan bahwa ada iklim koeksistensi damai dimana Sailendra Keterlibatan ada di Lara Jonggrang.

Pengabaian

Stupa Borobudur menghadap ke gunung. Selama berabad-abad, itu sepi.
Borobudur terbaring tersembunyi selama berabad-abad di bawah lapisan abu vulkanik dan pertumbuhan hutan. Fakta di balik pengabaiannya tetap menjadi misteri. Tidak diketahui kapan penggunaan monumen dan ziarah Buddha secara aktif berhenti. Sekitar 928 dan 1006, Raja Mpu Sindok memindahkan ibu kota Kerajaan Medang ke wilayah Jawa Timur setelah serangkaian letusan gunung berapi; Tidak dapat dipastikan apakah ini mempengaruhi pengabaian, namun beberapa sumber menyebutkan ini sebagai periode pengabaian yang paling mungkin. Monumen tersebut disebut samar-samar selambatnya c. 1365, di Nagarakretagama Mpu Prapanca, ditulis pada zaman Majapahit dan menyebutkan “vihara di Budur”. Soekmono (1976) juga menyebutkan kepercayaan populer bahwa candi-candi tersebut dibubarkan ketika penduduknya masuk Islam pada abad ke-15.

Monumen itu tidak terlupakan sama sekali, meski cerita rakyat berangsur-angsur bergeser dari kemuliaan masa lalunya menjadi kepercayaan takhayul yang dikaitkan dengan nasib buruk dan kesengsaraan. Dua kronik Jawa kuno (babad) dari abad ke 18 menyebutkan kasus nasib buruk yang terkait dengan monumen tersebut. Menurut Babad Tanah Jawi (atau Sejarah Jawa), monumen tersebut merupakan faktor fatal bagi Mas Dana, seorang pemberontak yang memberontak melawan Pakubuwono I, raja Mataram pada tahun 1709. Disebutkan bahwa bukit “Redi Borobudur” dikepung dan gerilyawan dikalahkan dan dijatuhi hukuman mati oleh raja. Di Babad Mataram (atau Sejarah Kerajaan Mataram), monumen tersebut dikaitkan dengan kemalangan Pangeran Monconagoro, putra mahkota Kesultanan Yogyakarta pada 1757. Terlepas dari tabu untuk tidak mengunjungi monumen tersebut, “dia mengambil apa yang tertulis sebagai ksatria yang ditangkap di dalam sangkar (sebuah patung di salah satu stupa berlubang)”. Setelah kembali ke istananya, dia jatuh sakit dan meninggal suatu hari nanti.

Paket Watersport di Bali

MANDALIKA, WISATA NUSA TENGGARA BARAT YANG KEMBALI BERGELIAT

MANDALIKA, WISATA NUSA TENGGARA BARAT YANG KEMBALI BERGELIAT

MANDALIKA, WISATA NUSA TENGGARA BARAT YANG KEMBALI BERGELIAT
MANDALIKA, WISATA NUSA TENGGARA BARAT YANG KEMBALI BERGELIAT

Dalam 10 tahun terakhir, Nusa Tenggara Barat terkenal dengan wisata Lombok, yaitu Mataram, Gili Trawangan dan Gunung Rinjani. Tetapi apakah kalian tahu bahwa pada tahun 80an, ada wisata sangat terkenal di daerah selatan Pulau Lombok, yaitu Mandalika?

Mandalika ini pernah menjadi salah satu tujuan wisata Indonesia selain Pulau Bali. Dengan teluk yang sangat besar dan pasir putih terpampang luas, berbagai wisatawan lokal maupun abnormal yang jatuh cinta dalam sekali lihat. Tetapi sayang, pemerintah tidak memperhatikan potensi wisata ini. Dalam 10 tahun terakhir, walaupun masih banyak wisatawan yang datang, ternyata tidak ada perkembangan berarti.

Ada perkembangan besar pada pemerintahan yang sekarang, Presiden Jokowi pada awal tahun 2016 ini berkunjung ke Mandalika untuk survey dan pribadi mengatakan bahwa akan menguncurkan dana besar untuk mengubah semua wajah dari Mandalika sekarang. Pantai, hotel, transportasi dan perdagangan akan diubah semuanya. Penasaran dengan perubahan daerah wisata yang satu ini?

MENUJU KE MANDALIKA
Menuju daerah wisata ini, kalian harus hingga dulu ke Mataram. Kalian mampu menuju Mataram dengan menggunakan pesawat terbang ataupun kapal dari Pulau Bali. Setelah hingga di Mataram, pribadi menuju Terminal Mandalika untuk menuju Mandalika. Jangan keliru, sebab terminal ini bukan bersahabat dengan Mandalika. Dari Terminal kalian mampu naik angkutan umum, untuk menuju Pantai Kuta (bukan pantai yang ada di Bali). Jarak dari kota Mataram ke Mandalika sekitar 30 menit hingga 1 jam perjalanan. Beberapa kabar mengatakan bahwa jalur dari Mataram ke daerah wisata ini akan dibangun dan diperlebar, biar para wisatawan tidak kesusahan saat mengunjunginya.

PANTAI DAN SELANCAR
Ada beberapa pantai di daerah wisata yang satu ini, mulai dari Pantai Gerupuk, Pantai Tanjung Aan, Pantai Serenting, Pantai Seger dan Pantai Kuta. Di sepanjang tempat wisata ini, kalian tinggal memiih mana pantai yang kalian sukai. Tidak ada perbedaan yang mendasar, di antara pantai-pantai tersebut. Tetapi ada beberapa daerah pantai yang memang dibuat khusus untuk selancar, mirip Pantai Ubrug yang sangat indah.

BUDAYA ASLI DARI MANDALIKA
Jika kalian berencana melaksanakan wisata ke tempat ini, salah satu hal yang harus kalian lihat ialah ekspo anyir nyalei. Festival mengambil cacing tanah yang sudah berumur ratusan tahun ini akan menyedot berbagai masyarakat lokal yang melihat ekspo ini. Konon, ada puluhan ribu masyarakat asli Lombok yang akan datang untuk memeriahkan ekspo ini.

Sekarang memang belum banyak wisatawan yang datang, tetapi saat pemerintah sudah mencanangkan akan membuatkan daerah wisata Mandalika. Pada tahun 2018 mendatang, ditargetkan sudah ada beberapa hotel dan transportasi yang sudah lebih baik dari sekarang. Bahkan pemerintah tidak main-main, sebab objek wisata ini akan disulap menjadi mirip Nusa Dua Bali.

Kunjungi Juga : Wisata Di Indonesia
Dan : Wisata Mandalika Lombok

Mari Berwisata ke Pulau Peucang

Banten merupakan suatu provinsi yang terletak paling barat dan berdekatan dengan Provinsi Jawa Barat.  Sampai sekarang, wilayah Banten lebih sering di kenal karena adanya pemeliharaan badak bercula satu yang merupakan satwa yang mulai punah dan harus dilestarikan.

Selain mempunyai wisata edukasi berwawasan alam, Bantenpun memiliki surge istimewa yang masih perawan, yaitu Pulau Peucang.

Pemberian Pulau Peucang sebagai namanya jika merunut sejarah berasal dari nama seekor hewan yang mirip dengan siput yang banyak ditemui di wilayah Pantai Peucang. Hewan itu memiliki nama dan sering dipanggil dengan “mata peucang”. Karena hal inipun akhirnya pulau ini dinamai dengan Pulau peucang. Secara harfiah, kata peucang sendiri merupakan salah satu kata yang berasal dari bahasa sunda yang bermakna menjadi kancil.

Secara geografis, Pulau Peucang berada cukup dekat dengan Pesisir daerah Banten. Tepatnya di Selat Panaitan yang secara administrative masuk kedalam Wilayah Pandeglang. Pulau ini cukup luas berkisar 450 hektar. Harus anda ketahui, selain dikenal dengan Pulau yang eksotis nan indah, Pulau Peucang merupakan salah satu Situs Warisan Dunia. Alasannya adalah karena geografisny ayang tidak jauh dengan  Taman Nasional Ujung Kulon.

Pulau ini mempunyai letak berada di bagian timur dari Taman Nasional Ujung Kulon. Tidak heran, pantai nya sering dikunjungi oleh penikmat dan wisatawan yang berburu indahnya pantai setelah berkunjung dari penangkaran badak.

Jika anda ingin kesini, anda harus menyebrangi laut melalui dermaga di kecamatan Sumur.  Perjalanannya cukup menghabiskan waktu sekitar 3-4 jam lamanya. Namun jika anda sudah menapaki Pulau ini anda dapat menikmati beberapa fasilitas pada umunya seperti snorkeling dan swimming. Siapkan lah budget setidaknyya 2 juta untuk tiket transportasi dan fasilitas lainnya. Ingin lebih hemat? Anda bisa kunjungi ngetriplagi.com sebuah jasa travel yang murah dan profesional. Selain jasa travel pulau peucang, ada penawaran paket wisata Kepulauan Seribu, Kepulauan Bangka Belitung, Wisata Alam Suku Baduy dan sebagainya. Silahkan kunjungi segera dan dapatkan penawaran menariknya guys.

Rumah Lontiok di Bengkinang

Wisata di Riau – Bangkinang ialah ibu kota Kabupaten Kampar, Riau yang berjarak 60 km dari Pekanbaru (ibu kota provinsi Riau). Sebagai ibu kota kabupaten yang tidak jauh dengan ibu kota provinsi serta menjadi area penghubung menuju Sumatera Barat. Mayoritas warga Bangkinang beragama Islam. area ini awalnya merupakan area dari Sumatera Barat, namun sehabis penjajahan Jepang, dengan pembagian distrik yang ditentukan oleh Jepang, tersebutkan Bangkinang dipindahkan ke dalam Provinsi Riau bersama Kabupaten Kuantan Singingi serta Rokan Hulu Adapun salah satu rumah adat di Bangkinang ialah rumah Lontiok Rumah Lontiok sendiri berasal dari bahasa area kampar timur, yaitu kalau diartikan kedalam bahasa indonesia ialah rumah lengkung / bengkok. Lontiok mempunyai bentuk melengkung ke atas yang mempunyai simbol buat menghormati Tuhan / Allah. Rumah Lontiok mempunyai keunikan bentuk, & mempunyai nilai-nilai simbolik yang terdapat terhadap rumah tradisional Lontiok. Pengolahan material, choices bentuk, pemakaian ragam hias serta artinya diduga berkaitan erat dengan nilai adat & nilai sosial masyarakat Kampar
Fungsi Rumah Lontiok

Rumah lontiok sendiri kebiasaannya dimanfaatkan masyarakat buat berkumpul / bermusyawarah besar dengan melibatkan ninik mamak tokoh pemuda kampung Pulau Belimbing ini sendiri. Tempat ini juga merupakan sesuatu warisan budaya, cagar wisata yang amat berpotensi dalam mendatangkan wisatawan baik lokal /pun mancanegara
Rumah Lontiok merupakan Rumah panggung. Tipe konstruksi panggung dipilih buat menjauhi bahaya serangan binatang buas serta terjangan banjir. Di samping itu, a&ya habit masyarakat buat memakaikan kolong rumah sebagai kan&g ternak, wadah penyimpanan perahu, lokasi bertukang, lokasi anak-anak bermain, serta gu&g kayu, sebagai persiapan menyambut bulan puasa
Selain itu, pembangunan Rumah berupa panggung sehingga buat memasukinya sesegera mungkin memakaikan tangga yang memiliki anak tangga berjumlah ganjil, lima, merupakan bntuk ekspresi keyakinan masyarakat Rumah Lontiok (uma lontiok) ialah salah satu Rumah Adat area Riau, Indonesia yang terkandung di Kabupaten Kampar. Rumah Lontiok yang bisa juga dikatakan Rumah Lancang, serta Rumah Pencalang pasal rumah ini bentuk atapnya melengkung keatas, agak runcing. sementara dindingnya miring keluar dengan hiasan kaki dinding serupa perahu / lancang. Perihal itu melambangkan penghormatan kepada Tuhan &-sesama. Rumah Adat Lontiok kebiasaannya memiliki anak tangga rumah jumlah ganjil. Bentuk dinding Rumah yang miring keluar layaknya miringnya dinding perahu layar mereka, serta bila ditinjau dari jauh bentuk Rumah tersebut layaknya Rumah-Rumah perahu (magon) yang biasa dibuat penduduk. sementara nama Lontiok digunakan pasal bentuk perabung (bubungan) atapnya melentik ke atas Rumah Lontiok merupakan Rumah panggung. Tipe konstruksi panggung dipilih buat menjauhi bahaya serangan binatang buas serta terjangan banjir. Di samping itu, a&ya habit masyarakat buat memakaikan kolong rumah sebagai kan&g ternak, tempat penyimpanan perahu, tempat bertukang, tempat anak-anak bermain, serta gu&g kayu, sebagai persiapan menyambut bulan puasa. disamping itu, pembangunan Rumah berupa panggung sehingga buat memasukinya sesegera mungkin memakaikan tangga yang memiliki anak tangga berjumlah ganjil, lima, merupakan bntuk ekspresi keyakinan masy· Bentuk Ukiran Rumah Lontiok
Dinding luar Rumah Lontiok seluruhnya miring keluar, lain hal dengan dinding dalam yang tegak lurus. Balok tumpuan dinding luar depan melengkung ke atas, &, terka&g, disambung dengan ukiran terhadap sudut2 dinding, tersebutkan terlihat layaknya bentuk perahu. Balok tutup top dinding juga melengkung walaupun tak semelengkung balok tumpuan. Lengkungannya mengikuti lengkung dari sisi bawah bi&g atap. Kedua ujung perabung dikasi hiasan yang dikatakan sulo bayung. sementara sayok lalangan merupakan ornamen terhadap keempat sudut cucuran atap. Bentuk hiasan beragam, a&ya yang menyerupai bulan sabit, tanduk kerbau, taji serta sebagainya
Dasar serta dinding Rumah yang berupa layaknya perahu merupakan ciri khas masyarakat Kampar, sementara bentuk atap lentik (Lontiok) merupakan ciri khas arsitektur Minangkabau. sistem akulturasi arsitektur berlangsung pasal area Kampar merupakan alur pelayaran, Sungai Mahat, dari Lima Koto menuju wilayah Tanah Datar di Payakumbuh, Minangkabau. area Lima Koto mencakup Kampung Rumbio, Kampar, Air, Tiris, Bangkinang, Salo, serta Kuok. Oleh pasal Kampar merupakan area dari alur mobilitas masyarakat, tersebutkan sistem akulturasi merupakan Perihal yang amat bisa jadi terjadi. result dari sistem akulturasi tersebut terlihat dari keunikan Rumah Lancang yng sedikit banyak lain hal dngn arsitektur bangunan di area Riau Daratan serta Riau Kepulauan Dinding luar Rumah Lontiok seluruhnya miring keluar, lain hal dengan dinding dalam yang tegak lurus. Balok tumpuan dinding luar depan melengkung ke-atas, &, terka&g, disambung dengan ukiran terhadap sudut-sudut dinding, tersebutkan terlihat layaknya bentuk perahu. Balok tutup top dinding juga melengkung walaupun tak semelengkung balok tumpuan. Lengkungannya mengikuti lengkung sisi bawah bi&g atap. Kedua ujung perabung dikasi hiasan yang dikatakan sulo bayung. sementara sayok lalangan merupakan ornamen terhadap keempat sudut cucuran atap. Bentuk hiasan beragam, a&ya yang menyerupai bulan sabit, tanduk kerbau, taji serta sebagainya Dasar serta dinding Rumah yang berupa layaknya perahu merupakan ciri khas masyarakat Kampar, sementara bentuk atap lentik (Lontiok) merupakan ciri khas arsitektur Minangkabau. sistem akulturasi arsitektur berlangsung pasal area Kampar merupakan alur pelayaran, Sungai Mahat, dari Lima Koto ke wilayah Tanah Datar di Payakumbuh, Minangkabau. area Lima Koto mencakup Kampung , Kampar, Air, Tiris, Bangkinang, Salo, serta Kuok. Oleh pasal Kampar merupakan area dari alur mobilitas masyarakat, tersebutkan sistem akulturasi merupakan Perihal yang amat bisa jadi terjadi. result dari sistem akulturasi tersebut terlihat dari keunikan Rumah Lancang yang banyak lain hal dngn arsitektur bangunan di area Riau Daratan serta Riau Kepulauan Pada masanya, Rumah Lontiok cuma dibangun oleh orang kaya / datuk (kepala suku), se&gkan masyarakat biasa memakaikan Rumah Tiang Tinggi sebagai tempat tinggal. Bagi orang kaya, Rumah Lontiok ialah sesuatu kebanggaan serta simbol tingkat dalam masyarakat. pasal itu kepemilikan Rumah Lontiok bersifat terbatas, rumah ini dikata sakral oleh masyrakatnya Arsitektur tradisional area Kampar mengandung beragam nilai budaya yang khas yang tercermin dari awal sistem pembangunannya sampai selesai. Dalam bangunan tersebut terdapat makna serta filosofi yang sangat dalam hubungannya dengan penjawantah watak serta perilaku hidup masyarakatnya Struktur bangunan Rumah Lontiok mempunyai makna yang kesemuanya berhubungan dengan proses kekrabatan dalam masyarakat. Ia melambangkan kaitan antar individu, antara orang tua serta , anak serta partisipan masyrakat lainnya. disamping itu struktur rumah adat ini melambangkan kebesaran sang pencipta.

Rafting di Sungai Cisadane Liburan Seru Untuk Keluarga

 

Untuk anda yang merencanakan untuk lakukan Rafting namun tidak ingin menggunakan saat lama didalam perjalanan jadi Rafting Cisadane yaitu pilihan yang pas. Karna Rafting Cisadane adalah sungai buatan yang jarak tempuhnya tidak jauh dari Jakarta, karna berada di Caringin- Bogor, perjalanant ditempuh lebih kurang cuma 1 jam saja dari jakarta. Begitu pas buat anda yang menginginkan menyingkirkan kepenatan dengan berarung jeram tanpa ada mesti meniti berjam-jam perjalanan.

Paket Rafting cisadane yaitu sungai yang berada di daera Bogor yang membentang selama 80 km melalui kabupaten Bogor (Jawa barat) sampai Tanggerang (Banten) serta bermuara dilaut jawa. Airnya datang dari gunung salak pangrango melalui jeram-jeram yang menantang serta panorama rimba tropis nan menarik.

Terkecuali jeram-jeram yang mengasikan rafting di sungai cisadane juga mempunyai tantangan beda yakni melalui DAM (bendungan) setinggi 3 mtr. dengan kemiringang nyaris 90 derajat.

Rafting / Arung jeram Sungai Cisadane (Bogor)

Arung jeram Cisadane yaitu sungai yang asli dari mata air gunung Pangrango di mana begitu banyak faedahnya terlebih untuk anda yang hoby dengan dunia adventure. Perjalanan untuk menuju tempat Rafting/Arung Jeram Cisadane, lebih kurang bisa di tempuh 2 jam perjalanan dari Jakarta keluar Tol Ciawi ambillah ke arah Sukabumi. Tempat Rafting Bogor terdapat di daerah Caringin, Bogor, Sungai cisadane. Dari semuanya tempat arung jeram, Sungai Cisadane termasuk juga tempat yang paling dekat dari Jakarta.

Sensasi yang begitu mengagumkan dengan Rafting Cisadane juga bisa anda rasakan, selama perjalanan anda juga akan di manjakan dengan panorama perkebunan serta bukit-bukit yang Hijau. Rimbun pohon bambu juga menemani aliran sungai cisadane. Jeram yang berada di Sungai Cisadane juga akan buat adrenalin anda naik tetapi buat anda suka karna dapat melalui Jeram yang menantang.

Terhitung ada sekitaran 4-5 jeram besar yang berada di sungai Cisadane, Tiap-tiap jeram memiliki sensasi yang mengagumkan. Serta terdapat beberapa jeram yang lain yang tentu tidak kalah seru. Di pertengahan perjalanan anda serta tim juga akan beristirahat sesaat. Ketika itu sebagian diantara anda umumnya juga akan ditantang oleh pemandu arung jeram Cisadane untuk berani naik ke satu jembatan yang cukup tinggi. Disana anda juga akan disuruh loncat terjun ke sungai yang mempunyai kedalaman sekitaran 3 mtr.. Benar-benar demikian merasa sensasinya waktu terjun ke sungai Cisadane.

Di rafting Cisadane mempunyai bendungan setinggi 3 mtr. dengan tingkat kemiringan nyaris 90 derajat. Ini adalah rute paling akhir. Perahu anda mesti melalui tantangan petualang yang paling akhir serta malah yang paling meningkatkan adrenalin anda. Awalannya beberapa peserta rafting umumnya terasa agak takut, tetapi demikian berhasil melaluinya, banyak peserta serta mungkin saja juga anda menginginkan kembali sekali lagi untuk lakukan arung jeram di sungai Cisadane. Susah untuk dikisahkan rasa sensasi waktu terjun dengan perahu dengan kawan-kawan. Rasakan sendiri degup jantung juga akan berdetak lebih cepat waktu bersiap menuruni tebing bendungan setinggi 3 mtr..

Update Promo Pizza Hut Indonesia Terbaru

Pizza Hut adalah salah satu waralaba kelas internasional yang berkembang pesat di Indonesia. Restoran dengan menu utama pizza ini memiliki lebih dari 100 outlet yang tersebar di seluruh kota besar di Indonesia baik di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa. Beberapa hal yang membuat Pizza Hut diminati oleh masyarakat Indonesia adalah karena menu Pizza Hut yang sangat beragam mulai dari menu pizza, pasta, nasi, sarapan pagi, sensai delight, hidangan sampingan, hidangan penutup dan juga minuman panas dan dingin.

Selain itu harga menu Pizza Hut sangat terjangkau oleh daya beli masyarkat Indonesia, khususnya mahasiswa, karyawan dan eksekutif muda. Hal lain yang membuat Pizza Hut sukses merambah pangsa pasar Indonesia adalah lokasi restoran Pizza Hut yang mudah dijangkau atau ditemukan karena terletak di pusat kota dan pusat perbelanjaan yang mudah diakses dengan kendaraan umum atau kendaraan pribadi.

Di samping tiga hal tersebut Promo Pizza Hut yang gencar diluncurkan setiap hari di seluruh restoran Pizza Hut di Indonesia juga menjadi magnet bagi para pelanggan untuk terus menikmati menu Pizza Hut bahkan menjadi pelanggan setia. Info terbaru yang kami kutip dari hargamenuresto Promo Pizza Hut terdiri dari Promosi Santap di Restoran, Promosi Takeaway dan Promosi Kartu Kredit.

Jangan lupa untuk terus update informasi terbaru dari promo pizzahut indonesia. Dapatkan harga pizza yang ekonomis dengan mengikuti berita promo pizza hut dari kami. dan ingat satu hal yang terpenting ya tahu ada promo dahulu sebelum order. Buat yang masih super awam mengenai cara order di pizzahut delivery, silahkan bukan website kami untuk mengetahui tutorial order delivery dan nomor telpon pizza hut Indonesia.