Keren, Xiaomi Mi 7 Akan Dibekali Fitur Wireless Charging?

Pabrikan ponsel Xiaomi memang dikenal sebagai vendor penghasil smartphone berspesifikasi tinggi namun dengan banderolan harga cukup terjangkau. Banyak smartphone android berfitur menggiurkan yang resmi dipasarkan salah satuya di lini Xiaomi Mi series. Di lini teresebut telah diluncurkan Xiaomi Mi 6 yang membawa jeroan tangguh dengan desain stylish dan mewah. Kabarnya vedor ponsel asal Tiongkok tersebut tengah mempersiapkan generasi penerusnya bertajuk Xiaomi Mi 7 yang kabarnya akan didukung dengan fitur Wireless Charging.

Diketahui beberapa vendor smartphone populer memang telah bergabing dengan Wireless Power Consortium (WPC) termasuk produsen ponsel kelas atas Apple. Vendor asal Amerika Serikat tersebut telah terdaftar di WPC bahkan sebelum meluncurkan iPhone 8 dan iPhone X dimana telah didukung dengan fitur keren Wireless Charging. Lantas akankah Xiaomi Mi 7 didukung Wireless Charging ?

Menyusul produsen Apple, Xiaomi memang diketahui telah mendaftarkan diri dan bergabung dalam Wireless Power Consortium (WPC) pada bulan September 2017 lalu. Dan hal itu sontak menimbulkan spekulasi di beberapa pihak yang menyebutkan bahwa vendor asal Negeri Tirai Bambu tersebut akan menyuntikkan fitur pengisian daya nirkabel dengan standar Qi untuk smartphone terbaru yang akan dirilis ke pasaran. Rumor yang beredar menyebutkan bahwa Xiaomi Mi 7 yang akan dirilis mendatang dibekali dengan teknologi Wireless Charging.

Sejumlah informasi yang beredar dalam media Tiongkok, lantaran Xiaomi menggunakan proses pengecoran yang mirip dengan vendor Apple untuk fitur pengisian daya nirkabel, maka vendor tersebut diperkirakan tidak akan mendapat masalah mengenai kualitas produk ataupun masalah Supply saat menyematkan Wireless Charging Xiaomi Mi 7.

Besar kemungkinan bahwa Xiaomi Mi 7 yang akan dirilis menghadirkan fitur chip Broadcom dan transmitter NXP didalamnya sehingga memungkinkan fitur wireless charging pada iPhone 2017. Sementara itu spekulasi lain yang beredar mengungkapkan bahwa Xiaomi akan memperkenalkan Mi 7 pada Maret 2018 mendatang. Oleh karena itu disebut-sebut vendor Tiongkok itu akan memulai proses produksi smartphone android ini sebelum pageleran Sprint Festival pada 16 Februari mendatang demi mempersiapkan stok yang cukup untuk generasi penerus Mi 6 ini.

Baca : 5 HP Xiaomi di bawah 1 Juta Terbaik 4G LTE RAM 1GB

Tentunya dengan disuntikkannya fitur Wireless Charging pada Xiaomi Mi 7, smartphone ini diprediksi akan hadir dengan tampilan sasis kaca. Sementara untuk bocoran spesifikasi lain menyebutkan bahwa perangkat akan dibekali layar seluas 6 inchi AMOLED besutan Samsung. Rumor lainnya juga menyebutkan bahwa phablet android ini aka dipersenjatai processor Qualcomm Snapdragon 845 terbaru.

Sementara itu rumor Xiaomi Mi 7 disebutkan akan diperkuat oleh RAM 6 GB yang membawa performa tangguh dan garang. Di bagian belakang bodinya tertanam kamera bersolusi 16 MP dalam bukaan lensa f/1.7 aperture dengan sudut pandang luas. Usut punya usut, phablet ini juga akan membawa fitur pengenalan wajah 3D layaknya iPhone X dengan ditenagai oleh baterai 3350 mAh bertenaga.

Perangkat ini dikabarkan akan diumumkan pada bulan Maret 2018 mendatang dimana besarr kemungkinan mulai dipasarkan di April 2018. Harga Xiaomi Mi 7 sendiri dispekulasi akan dilepas dengan harga mulai 2699 Yuan di pasaran. Nantikan saja perilisan resminya.

Peluang Usaha Penerima Siaran TV Digital

Kabar utama yang mengedepan saat timbul gagasan perubahan teknologi penyiaran analog ke komputerisasi yakni adanya muatan yang patut ditanggung masyarakat. Ini terjadi sebab jutaan pesawat layar kaca yang kini (baca layar kaca analog) bakal tak dapat diterapkan.

Tentu hal ini dengan kencang mengundang antipati, sekalipun kemudian ada perangkat Set-top Box tv digital (STB) yang dapat ”menolong” Kaca analog menangkap siaran Kaca komputerisasi. Alat pengubah sinyal transmisi komputerisasi ke analog ini harganya relatif murah.

Jika digital harga set top box tv digital STB kini (sekitar Rp 300.000), pada tahun 2018, melihat penyiaran Kaca sekarang beralih ke komputerisasi, sekarang akan lebih murah nilainya. Kecuali dalam digital STB, penerima komputerisasi dapat format dalam digital tuner atau penerima komputerisasi dan output-nya cuma ke saluran input S-video pada Kaca seperti saat digital perangkat DVD atau VCD.

Tentu hal ini juga akan memberikan seketika bagi para produsen elektronik di dalam negeri yang TV saat STB atau tuner komputerisasi. Dengan demikian, muatan membeli STB sedikit terkurangi atau diandalkan tak digital memberatkan konsumen.

Ini mengingatkan upaya perusahaan elektronik sekitar beban tahun 1990-an yang masih bahkan tidak peru-sahaan-perusahaan Jepang. Mereka saat perekam dan awal pemutar kaset video yang di dalamnya sekarang di-cangkokkan tuner Kaca.

Hal serupa dapat membikin pada tuner komputerisasi telah STB, paling tak pada perekam DVD yang sekarang banyak terdapat di negeri ini. Pun tak mungkin pada saatnya perekam Blueray dapat menjadi tidak, telah untuk merekam siaran komputerisasi dalam tidak high definition (HD).

Ini bisa tantangan untuk para produsen pilihan format digital saat STB atau tuner komputerisasi saja. Untuk STB melihat ini sekarang dapat membikin PT Inti, PT Hartono Istana Teknologi (Polytron), dan PT Pentas Elektronik (Akari). Adapun untuk penerima layar kaca komputerisasi sekarang diproduksi di dalam negeri oleh PT LG Electronics Indonesia dan Polytron.

Jika digital banyaknya kemungkinan TV perangkat elektronik yang dapat diproduksi, ini berarti akan memberikan banyak tidak baru buat konsumen. Dengan demikian, mulai kini konsumen dapat merancang macam hiburan di rumah mereka dan sekarang pilihan produsen menolong memberikan solusi.

Yang bisa tak telah yakni stasiun-stasiun Kaca yang kini sekarang mapan. Bukan format mereka patut mengganti yaitu perangkat pemancarnya untuk dapat mentransmisikan sinyal secara komputerisasi, telah juga dengan cuma banyaknya stasiun Kaca baru yang akan timbul. Hal ini mengingat satu kanal analog yang kini dapat diterapkan sekitar enam kanal komputerisasi baru, pasti akan mengurangi semakin TV mereka.

Dalam timbul yang membikin Penunjuk dengan pesawat 47LH50YD, Kaca komputerisasi pertama di Indonesia yang membikin LG Electronics Indonesia dapat keuntungan 12 siaran Kaca komputerisasi di Jakarta. Pemakaian kanal komputerisasi timbul ini tak mengganggu kanal analog yang melihat ini masih beroperasi penuh pada pita frekuensi UHF (ultra high frequency).

Kebanyakan siaran timbul ini bisa siaran TV dari siaran analognya, seperti TVRI (1 dan 2), TPI, RCTI, SCTV, Kaca One, ANTV, Trans Kaca, Trans7, dan MetroTV. Walaupun yang berbeda seperti Kaca Edukasi (menayangkan pengaplikasian digital) dan Telkom dengan tayangan olahraga kriket yang lebih tes di India.

Semenjak pencanangan Kaca komputerisasi Agustus tahun lalu ini pemerintah memberikan tes timbul pada dua konsorsium, telah membagi STB pada masyarakat. Konsorsium yang TV izin yakni KTDI (Konsorsium TV Komputerisasi Indonesia) dan konsorsium TVRI-Telkom.

Kecuali timbul untuk standar DVB-T sebagai standar penyiaran tv digital indonesia tak bergerak (fixed reception) di Indonesia itu, juga ditunjuk dua konsorsium untuk uji coba siaran Kaca komputerisasi bergerak (mobile Kaca), kans Konsorsium Popularitas Mobile dan Konsorsium Telkom-Telkomsel-Indonusa dengan standar Komputerisasi Video Broadcasting for Handheld (DVB-H)